Tampilkan postingan dengan label Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Juni 2013
Mungkin kejadian hujan hari Sabtu lalu (8 Juni 2013) bisa jadi hari paling menakutkan yg pernah gue alami.. gimana nggak, hari itu gue baru tiba di rumah gue di Bekasi setelah berangkat dari Jatinangor, sekitar pukul 10-an gue tiba di rumah dan cuaca masih nampak normal, tak ada keanehan apapun.
Sabtu, 26 Mei 2012
Pengumuman UN Kota Bekasi - SMAN 13 Bekasi - XII IPS
Berikut ini adalah nama-nama siswa/i XII IPS yang lulus, diurut berdasar kelas dan abjad nama:
XII IPS 1
SUMBER: RADAR BEKASI
XII IPS 1
- ADISTA RIANSYAH
- ADITYA RINNALDY
- AGASI ARGADO
- ANDI INDIRA ANUGRAH PERDANA
- ANGGA RAHARDIKA
- ANGGITA SEKAR A. F
- AYU LESTARI
- BANI ABIYYAH P
- CLARA IRNIE
- DEVI NOVITASARI
- DEWI SRI REJEKI
- DHAIFAN ZULFAUZI
- DIMAS BAGUS
- DONNY INDRACAHYA
- EDI WIJAYA
- FACHMI NURUL A
- FAJAR AKBAR
- FIRDIAN MUSTAFA
- GHEA GIBTIYAH
- IBNU SHAFAR
- IHSAN MAHENDRI
- ILHAM NURHASAN
- INDIRA R
- JESSICA TAMARA
- KIKI FATMA
- KRISNA Z.R
- MELIANA
- M. ADY PRASETYO
- M. AJIE LAKSONO
- M. SACHRUL ROMADHON
- M. SAHRUL
- NOVRIZAL W
- NURHASANAH
- PANDU WIRA
- PANJI SATRIA
- PUTRI KUSUMAWARDANI
- RIDHO SISWOJO
- RIFANI P
- RYAN DP
- SEPTIAN RIZKY
- SITI NUR RINA
- SITI SARAH
- SULFAN EFFENDI
- SUSI KUN
- TRI WICHARYANTO
- YOUNKY LUSEP
- YUDIT GUSMAEDITIAS
- ZALDY PRADITA
- ACHMAD FAIZ
- ADDE VITA
- AGIL MAHDAVIONO
- AJENG SRI
- ALFI Q
- DEDI FRODI
- ANTON SUPRATOMO
- AYU WIDIASTIN
- BETY DENI
- CHANDIKA KANTI
- DEBBY JULIA
- DEVINA
- DEWI MARDIYANI
- DIANDRA DIMAS
- DINO AGUSTINO
- EKA A. G
- FAISAL FAHMI
- FINITA
- GANGSAR PASKALIS
- HANA APRILIA
- HENDRI WIJAYA
- IMELDA SIAGIAN
- INDRA EKA
- INTAN G
- ISTIQOMAH
- LATIFAH
- LORENZO HOLONG
- LUKMAN PRAYOGA
- MENTARI ANGELINA
- M IQBAL
- MUTHIA KW
- NENENG FAUZIAH
- NOVIANTO ADI D
- PIPI SUFIAH
- PRATIKTO RILO
- PUTRI ANISYAH
- RAFLLY NURZAMAN
- RIFQI AGVILI Y
- RIZKY NURAISYAH
- SHINTA NW
- SRI PURWANTI
- SYAIFUL HIDAYAT
- TALITHA
- TEMASMIKO WINKU
- TIARA VINIESHA
- TRY NOVIANTI
- YULINDA
SUMBER: RADAR BEKASI
Pengumuman UN Kota Bekasi - SMAN 13 Bekasi - XII IPA
Berikut adalah nama-nama siswa yang lulus, diurut berdasar kelas dan abjad nama:
XII IPA 1
XII IPA 3
Sumber: Radar Bekasi
XII IPA 1
- Achmad Haidar Islam
- Adi Cahya Nugraha
- Agung Kurniawan
- Agus R. Tahir
- Alfiah
- Alfiza Winda M
- Amalia Devina
- Anggi Fuji L.
- Anis Handayani
- Aulia Anas
- Byas Rizqi Sugema
- Cecillya Paskayanthi
- Desy R. Ningrat
- Devi Anggraini
- Dimas Wisnu R
- Dita Nurcahyani
- Dwi Priyatno
- Eliyana
- Elsa Kristina
- Fanny
- Febiola Fitrasari
- Fitriana Kurnia
- Galih Wicaksono
- Hesti Arianti
- Irma Rahmaniar
- Kevin Clay
- Khoirul Ikhwan
- Laras Puspa
- Luky Woro Chayaningsih
- Lulu Purnawati
- M. Yusuf Sudarsono
- Monica Sheilla
- Musfira
- Nia Sari Liestyorini
- Nury Bidari
- Putu Ayu Gita G
- Raditya Farhan S
- Reksy Handani
- Rizky AGung K
- Roby Yuliardi
- Sahril Sidik
- Sandi Paku
- Suci Febrina
- Venty Melantika
- Vian Novianti
- Vivi Pradita
- Winda Nurhasanah
- Achmad Adi Nugroho
- Agung Pambuka
- Ahmad Ikhsan
- Alvis Debiana
- Amelia Indah pratiwi
- Aminah Nurhartanti
- Anggriyani
- Chito AMzul
- Cyntya Widiarsih
- Danto Angger Darmawan
- Devitha Saraswatie
- Devy Yohanes
- Doni Pradana
- Dwi Yuliastuti
- Elsarica
- Emille
- Fadel Alamsyah
- Fajar Trio S
- Galih Arya Kusuma
- Gertruda Octya S
- IIs Melany
- Intan Rismar
- Jen Retno
- Jovanka Nabila
- Kiki Okvita D
- Lia Febriani
- Lucky Septiani
- Luthfiany DS
- M. Bondan Ferry P
- M. Hadi Nugroho
- M. Reza Maulana
- Nia Kurnia
- Niken Mahayaning
- Nur Dewi Fadhillah
- Nuri Anggraeny
- Petrus Sugiwara
- Rafif Zuhdi
- Ramadhani A.N
- Roland Marine
- Ryan Haryadi
- Septian Arie S
- Sigit Mardiansyah
- Vina Agustina Gultom
- WIdodo A.N
- Widya Dianingtyas
- Wirya Wiguna
- Yudit Sudiana
XII IPA 3
- Ade Ayu Adiawati
- Ahmad Maulana
- Ajeng Kartika S.
- Albert Agung
- Amanda Wanda
- Anak Agung IS
- Ananda Laras
- Cutra Widyastuti
- Christine Endyana
- Dany Exaudian
- Debora Maria
- Dian Aji
- Dian Wulandari
- Dimas Prianggoro
- Esti Octavianti
- Fandy Okka P
- Febryna M
- Ghazi Tri Gunarso
- Gitantri A
- Hadrian
- Ivan Setiawan
- Jessica Sarah A
- Juliana W
- Kholid Arief
- Lilik Purwanti
- Lily AMalia
- Luthfi Fajar
- Magistra Rizky
- Maudy Aprilia
- Maya Alfitasari
- Meta Valianda
- M. Rifqi
- Nico Abdurrahman
- Nurhayati
- Nurrahmad Akbar
- Octaviani Sarmauli S.
- Rahadyanoto t
- Riana Widitama
- Ristiani Aprilianti
- Santy
- Sherly Virolitha Y
- Sony Rio Baskoro
- Vivi Shelvia
- WIwin Yulia Clarasati
- Yeni Elovina Purba
- Yuliana Sari
- ABDURRAHMAN NAUFAL
- ADILLAH NADHIRIYAH
- AHMAD SATRIO
- ALDY AKBAR
- ALIN RICKY
- ANDHIKA KEMAL
- ANDINI SYAFITRA
- ANITA R
- ARI PURNAMA
- DENADA INKA
- DERY FIRDAUS
- DEWI MARYANI
- DIAN SARTIKA D
- DINI OLIVIA
- DENI VAN BORRES
- DWI FANY YOLANDA
- ERDA HARUM S
- FANNY R
- FARA HARIDA
- FITRA S
- HADI PRASETYO
- JOSEPHUS PAT
- JUNIAR
- KAHINDRA DONNY
- LINA SURYANINGSIH
- LISA DWI WIDI
- LOVEGI DAVID S
- LULUK SETIO
- M TEGUH ADI WIBOWO
- MEYLDA BAKARA
- M IKHWAN HAKIKI
- M FATLIANSYAH
- NADIA HANIFA
- NIVA AULIA
- NURUL AMALINA
- PARTOGI
- RAHMAH MERDEKAWATI
- RANI PUTRI NUR AMALINA
- RINDISYA DW
- RIZKY AKBAR
- SINGGIH DWI P
- SULIESTYARINI WIJAYANTI
- SYIFA KHUSNUL KHOTIMAH
- TETI MARTATI
- WAHYU ARISKA
- YUNI ERDAL
- YUSRON ADI PURNOMO
Sumber: Radar Bekasi
Jumat, 25 Mei 2012
Kelulusan UN SMA Capai 99,50%
Sebanyak 1.517.125 siswa SMA/MA dinyatakan lulus ujian nasional (UN), sementara 7.579 siswa lainnya dinyatakan tidak lulus.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan,kelulusan peserta didik SMA/MA berdasarkan perolehan nilai akhir yakni 60% nilai UN ditambah 40% nilai sekolah. Selain itu,peserta didik SMA/MA dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4,0. Dari jumlah siswa yang mendaftar UN sebanyak 1.537.772 orang, sekitar 5.732 siswa tidak mengikuti UN karena tidak memasukkan nilai sekolahnya.
Sementara 1.532.049 siswa yang memasukkan nilai sekolah.Dari jumlah yang mendaftar itu, 7.345 siswa tidak mengikuti UN. “Mereka yang tidak ikut UN ini ada yang sakit, kerja,menikah,dan meninggal karena kecelakaan.Namun,bagi yang tidak lulus, kami sarankanikutprogrampaketataumenunggu hingga tahun depan,” tandas Nuh di Gedung Kemendikbud, Jakarta,kemarin.
Mantan menkominfo ini mengungkapkan,jumlah sekolah yang lulus 100% mencapai 15.024 sekolah atau 87%.Ada empat sekolah yang tidak lulus 100%, yakni SMA Swasta Dorema, Medan,Sumatera Utara; MA Swasta Al Maarif Bengkel, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara; MA Nahdatul Wathan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara; dan MAS Al Jabbar Lainea, Kabupaten Konawe Selatan,Sulawesi Tenggara. Jika dilihat dari jurusan, terangnya, maka peserta didik dari jurusan IPS yang paling banyak lulus, yakni mencapai 801.557 siswa.
Selanjutnya, IPA sebanyak 671.460 siswa,Bahasa ada 30.735 siswa,dan Keagamaan ada 13.353 siswa. Nuh mengatakan, Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati posisi teratas jumlah siswa tidak lulus dengan 1.294 siswa tidak lulus. Disusul Gorontalo (218 siswa), Papua (187 siswa),Sumbar (183 siswa), Kalteng (160 siswa),dan Banten ada 156 siswa tidak lulus karena tidak mencapai nilai rata-rata.
NTT juga berada di posisi teratas jumlah siswa yang tidak lulus dengan klasifikasi ratarata nilai akhir 5,5 lebih besar, namun satu mata pelajarannya kurang dari nilai empat. Jumlahnya mencapai 292 siswa. Kemudian disusul Aceh dengan 178 siswa, Kalbar 171 siswa, Jateng 146 siswa. “Kami akan mengintervensi mereka dengan peningkatan kompetensi materi dan metode mengajar, penugasan guru sesuai latar belakang pendidikan, peningkatan sarana-prasarana, dan penambahan guru sesuai kebutuhan,”paparnya.
Sementara untuk nilai UN tingkat SMK tahun ini,siswa yang dinyatakan lulus mencapai 1.036.478 siswa atau 99,72%,sedangkan yang tidak lulus mencapai 2.925 siswa atau 0,28%. Siswa SMK yang mendaftar UN mencapai 1.048.972 orang.Dari angka itu, 4.664 siswa tidak memasukkan nilai sekolah dan 1.044.308 siswa mengirimkan nilai sekolahnya.Dari jumlah itu, 4.905 siswa atau 0,47% yang tidak mengikuti UN.
Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menilai,hasil UN tahun 2012 untuk tingkat SMA/MA yang mencapai angka 99,50% angka kelulusan secara nasional tidak otomatis menggambarkan kualitas pendidikan yang sesungguhnya. Berbagai faktor, seperti mekanisme pengawasan yang lemah, kebijakan untuk menaikkan citra daerah lewat angkaangka UN terindikasi bersifat sistematis.
Politikus Fraksi PKS ini mengatakan, adanya tim sukses UN, kecurangan aparat, dan sebagainya, berkontribusi terhadap munculnya distorsi hasil UN. Faktor ini memperlihatkan bahwa angka-angka yang ditampilkan masih bersifat semu.
Ini juga bisa disimpulkan bahwa nilai UN,terutama untuk tingkat SMA belum bisa dijadikan ukuran untuk seleksi jenjang berikutnya.“Nilai UN pun tidak bisa dijadikan sebagai ukuran tunggal untuk melakukan intervensi bagi daerahdaerah yang dianggap nilai UNnya rendah,”tandasnya.
Sumber: Seputar Indonesia
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan,kelulusan peserta didik SMA/MA berdasarkan perolehan nilai akhir yakni 60% nilai UN ditambah 40% nilai sekolah. Selain itu,peserta didik SMA/MA dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4,0. Dari jumlah siswa yang mendaftar UN sebanyak 1.537.772 orang, sekitar 5.732 siswa tidak mengikuti UN karena tidak memasukkan nilai sekolahnya.
Sementara 1.532.049 siswa yang memasukkan nilai sekolah.Dari jumlah yang mendaftar itu, 7.345 siswa tidak mengikuti UN. “Mereka yang tidak ikut UN ini ada yang sakit, kerja,menikah,dan meninggal karena kecelakaan.Namun,bagi yang tidak lulus, kami sarankanikutprogrampaketataumenunggu hingga tahun depan,” tandas Nuh di Gedung Kemendikbud, Jakarta,kemarin.
Mantan menkominfo ini mengungkapkan,jumlah sekolah yang lulus 100% mencapai 15.024 sekolah atau 87%.Ada empat sekolah yang tidak lulus 100%, yakni SMA Swasta Dorema, Medan,Sumatera Utara; MA Swasta Al Maarif Bengkel, Kabupaten Langkat,Sumatera Utara; MA Nahdatul Wathan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara; dan MAS Al Jabbar Lainea, Kabupaten Konawe Selatan,Sulawesi Tenggara. Jika dilihat dari jurusan, terangnya, maka peserta didik dari jurusan IPS yang paling banyak lulus, yakni mencapai 801.557 siswa.
Selanjutnya, IPA sebanyak 671.460 siswa,Bahasa ada 30.735 siswa,dan Keagamaan ada 13.353 siswa. Nuh mengatakan, Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati posisi teratas jumlah siswa tidak lulus dengan 1.294 siswa tidak lulus. Disusul Gorontalo (218 siswa), Papua (187 siswa),Sumbar (183 siswa), Kalteng (160 siswa),dan Banten ada 156 siswa tidak lulus karena tidak mencapai nilai rata-rata.
NTT juga berada di posisi teratas jumlah siswa yang tidak lulus dengan klasifikasi ratarata nilai akhir 5,5 lebih besar, namun satu mata pelajarannya kurang dari nilai empat. Jumlahnya mencapai 292 siswa. Kemudian disusul Aceh dengan 178 siswa, Kalbar 171 siswa, Jateng 146 siswa. “Kami akan mengintervensi mereka dengan peningkatan kompetensi materi dan metode mengajar, penugasan guru sesuai latar belakang pendidikan, peningkatan sarana-prasarana, dan penambahan guru sesuai kebutuhan,”paparnya.
Sementara untuk nilai UN tingkat SMK tahun ini,siswa yang dinyatakan lulus mencapai 1.036.478 siswa atau 99,72%,sedangkan yang tidak lulus mencapai 2.925 siswa atau 0,28%. Siswa SMK yang mendaftar UN mencapai 1.048.972 orang.Dari angka itu, 4.664 siswa tidak memasukkan nilai sekolah dan 1.044.308 siswa mengirimkan nilai sekolahnya.Dari jumlah itu, 4.905 siswa atau 0,47% yang tidak mengikuti UN.
Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menilai,hasil UN tahun 2012 untuk tingkat SMA/MA yang mencapai angka 99,50% angka kelulusan secara nasional tidak otomatis menggambarkan kualitas pendidikan yang sesungguhnya. Berbagai faktor, seperti mekanisme pengawasan yang lemah, kebijakan untuk menaikkan citra daerah lewat angkaangka UN terindikasi bersifat sistematis.
Politikus Fraksi PKS ini mengatakan, adanya tim sukses UN, kecurangan aparat, dan sebagainya, berkontribusi terhadap munculnya distorsi hasil UN. Faktor ini memperlihatkan bahwa angka-angka yang ditampilkan masih bersifat semu.
Ini juga bisa disimpulkan bahwa nilai UN,terutama untuk tingkat SMA belum bisa dijadikan ukuran untuk seleksi jenjang berikutnya.“Nilai UN pun tidak bisa dijadikan sebagai ukuran tunggal untuk melakukan intervensi bagi daerahdaerah yang dianggap nilai UNnya rendah,”tandasnya.
Sumber: Seputar Indonesia
Minggu, 14 November 2010
Notebook baru
Hari ini, adalah hari spesial karena mommy ku berencana mau membelikan aku notebook baru di Carrefour Blue Mall Bekasi. Notebook yang akan dibeli cuma notebook merk Toshiba yang harganya dua juta lebih...Notebook ini direncanakan akan dipakai terus utamanya untuk kelas 3 SMA dan kuliah.
Rabu, 06 Oktober 2010
SMAN 13 Bekasi - Habis Hujan Datanglah Banjir
Saya dan teman-teman saya yang bersekolah di SMAN 13 bekasi sangat mengetahui bahwa bukan menjadi rahasia umum lagi kalau sekolah kami yang terletak di Jl. Pariwisata Raya, Bumi Bekasi Baru Utara ini terendam banjir bila hujan datang. Tak hanya hujan berskala besar namun hujan layaknya gerimis pun bisa menyulap kawasan SMAN 13 Bekasi menjadi lautan air.
Hal ini memang dilatarbelakangi oleh lokasi SMAN 13 Bekasi yang berada di kawasan dataran "sangat" rendah. Selain itu SMA yang berdiri di lahan bekas rawa ini mungkin juga faktor pendukung mengapa banjir sering datang kala hujan turun. Siswa yang belajar disana akan terganggu ketika hujan datang dan ketika mereka akan pulang, jalan keluar masuk sekolah sudah ditutupi oleh air yang tingginya berada di kisaran 20 hingga 35 centimeter.
Berbagai usul pun datang mulai dari usulan agar jalan depan sekolah di tinggikan atau rawa yang berada di sekolah dikeringkan dan ditutup dengan tanah namun hal ini bukanlah perkara mudah. Biaya besar mesti dikeluarkan demi pelaksanaan usul-usul tadi. Dalam sebuah kesempatan, saya mencoba mewawancarai salah seorang guru saya terkait dengan banjir yang setiap kali hujan sering melanda SMA kami. Berikut addalah petikan wawancaranya:
Q: Sebagai seorang yang katakanlah guru senior, apa yang anda rasakan saat banjir melanda SMA 13 ini?
A: Ya tentu saja saya sangat tidak senang ya apabila ada banjir. Bisa menghambat kegiatan belajar-mengajar juga.
Q: Seberapa besar dampak banjir bagi anda?
A: seperti yang saya bilang tadi, kalau ada banjir bisa menghambat KBM, saya bisa datang telat karena jalan banjir. Imbasnya kan ke anak murid juga. Waktu jadi berkurang bahkan bisa habis hanya karena saya terhambat banjir.
Q: Sudahkah ada upaya yang anda lakukan untuk mengatasi banjir ini?
A:saya sudah pernah mengajukan suatu usul kepada bapak kepala sekolah untuk meninggikan jalan dan menutup rawa dengan tanah. Cuma kata beliau butuh dana besar.
Untuk mencegah banjir, sekolah memang telah melakukan berbagai upaya diantaranya dengan penanaman sejumlah pohon yang diharapkan mampu mengyerap air banjir. Selain itu pelebaran dan pembersihan parit sekolah juga menjadi alternatif pencegahan banjir.
Kita doakan saja semoga banjir di tahun-tahun mendatang bisa tidak terjadi lagi di SMA Negeri 13 Bekasi tercinta, Amiinn..
Hal ini memang dilatarbelakangi oleh lokasi SMAN 13 Bekasi yang berada di kawasan dataran "sangat" rendah. Selain itu SMA yang berdiri di lahan bekas rawa ini mungkin juga faktor pendukung mengapa banjir sering datang kala hujan turun. Siswa yang belajar disana akan terganggu ketika hujan datang dan ketika mereka akan pulang, jalan keluar masuk sekolah sudah ditutupi oleh air yang tingginya berada di kisaran 20 hingga 35 centimeter.
Berbagai usul pun datang mulai dari usulan agar jalan depan sekolah di tinggikan atau rawa yang berada di sekolah dikeringkan dan ditutup dengan tanah namun hal ini bukanlah perkara mudah. Biaya besar mesti dikeluarkan demi pelaksanaan usul-usul tadi. Dalam sebuah kesempatan, saya mencoba mewawancarai salah seorang guru saya terkait dengan banjir yang setiap kali hujan sering melanda SMA kami. Berikut addalah petikan wawancaranya:
Q: Sebagai seorang yang katakanlah guru senior, apa yang anda rasakan saat banjir melanda SMA 13 ini?
A: Ya tentu saja saya sangat tidak senang ya apabila ada banjir. Bisa menghambat kegiatan belajar-mengajar juga.
Q: Seberapa besar dampak banjir bagi anda?
A: seperti yang saya bilang tadi, kalau ada banjir bisa menghambat KBM, saya bisa datang telat karena jalan banjir. Imbasnya kan ke anak murid juga. Waktu jadi berkurang bahkan bisa habis hanya karena saya terhambat banjir.
Q: Sudahkah ada upaya yang anda lakukan untuk mengatasi banjir ini?
A:saya sudah pernah mengajukan suatu usul kepada bapak kepala sekolah untuk meninggikan jalan dan menutup rawa dengan tanah. Cuma kata beliau butuh dana besar.
Untuk mencegah banjir, sekolah memang telah melakukan berbagai upaya diantaranya dengan penanaman sejumlah pohon yang diharapkan mampu mengyerap air banjir. Selain itu pelebaran dan pembersihan parit sekolah juga menjadi alternatif pencegahan banjir.
Kita doakan saja semoga banjir di tahun-tahun mendatang bisa tidak terjadi lagi di SMA Negeri 13 Bekasi tercinta, Amiinn..
Perbaikan Jalan Patung Kuda - PHP
jika dulu jalan akses masuk pintu 1 PHP (samping Tol Bekasi Timur)dikenal sebagai jalan paling berlubang se- Kecamatan Rawa Lumbu, kini jalan tersebut sudah mulus berkat pengecoran yang dilakukan oleh Dinas PU Bekasi dengan dibantu masyarakat Pondok Hijau Permai.
Pengecoran yang dilakukan kurang lebih seminggu lebih yang lalu ini sangat ditunggu oleh masyarakat Pondok Hijau permai khususnya RW 20 dan RW 25 yang dilalui oleh jalan ini. Tentu saja pengguna jalan juga merasa diuntungkan. Apalagi banyak pengguna jalan mengambil jalan ini untuk menuju ke kawasan lain seperti Narogong, Rawa Lumbu, Kemang Pratama, RS. Mitra Keluarga Bekasi Timur, dan lainnya.
Menurut salah satu pengguna jalan, pengecoran ini sebaiknya jangan hanya dimanfaatkan saja melainkan pula dirawat dan dijaga agar jalan tidak rusak kembali. Tercatat jalan PHP Pintu 1 ini sudah mengalami beberapa kali perbaikan dengan menggunakan aspal sejak 2004 hingga saat ini.
Sementara itu, perbaikan jalan juga membuat jalan ini terasa lebih luas. Hal ini dikarenakan adanya pengambilan sebagian bahu jalan/pedestrian untuk pemanfaatan pelebaran lajur jalan untuk kedua sisi baik yang menuju tol timur maupun yang menuju Narogong/Rs. Mitra Keluarga.
Kita harapkan saja semoga jalan ini bisa bertahan dengan baik dan tidak rusak kembali, AMIINN......
Pengecoran yang dilakukan kurang lebih seminggu lebih yang lalu ini sangat ditunggu oleh masyarakat Pondok Hijau permai khususnya RW 20 dan RW 25 yang dilalui oleh jalan ini. Tentu saja pengguna jalan juga merasa diuntungkan. Apalagi banyak pengguna jalan mengambil jalan ini untuk menuju ke kawasan lain seperti Narogong, Rawa Lumbu, Kemang Pratama, RS. Mitra Keluarga Bekasi Timur, dan lainnya.
Menurut salah satu pengguna jalan, pengecoran ini sebaiknya jangan hanya dimanfaatkan saja melainkan pula dirawat dan dijaga agar jalan tidak rusak kembali. Tercatat jalan PHP Pintu 1 ini sudah mengalami beberapa kali perbaikan dengan menggunakan aspal sejak 2004 hingga saat ini.
Sementara itu, perbaikan jalan juga membuat jalan ini terasa lebih luas. Hal ini dikarenakan adanya pengambilan sebagian bahu jalan/pedestrian untuk pemanfaatan pelebaran lajur jalan untuk kedua sisi baik yang menuju tol timur maupun yang menuju Narogong/Rs. Mitra Keluarga.
Kita harapkan saja semoga jalan ini bisa bertahan dengan baik dan tidak rusak kembali, AMIINN......
Rabu, 04 Agustus 2010
HARGANAS Kota Bekasi 2010 - Reuni Akbar kelas II SMA se-Kota Bekasi
Waktu menunjukkan pukul 05.30 lebih dikit, ketika mammy gue ngebangunin gue yang masih terlelap tidur. Gue langsung buru-buru mandi dan bersiap ke GOR. Pertanyaannya adalah, "Why i must go to GOR on (very) early morning?". That's because, seluruh anak kelas II IPA & IPS di SMAN 13 Bekasi diundang oleh Dinas Kota Bekasi untuk ngehadirin acara Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) di Stadion GOR Bekasi. Sebagai tokoh sentral, Bapak H. Mochtar Mohammad (Walikota Bekasi) dan Bapak Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) akan menghadiri acara ini.
Waktu menunjukkan pukul 06.15 ketika gue baru selesai bersiap mau berangkat ke GOR. Karena gue sebagai ketua kelas, gue nggak boleh telat sedikitpun. Dengan kendaraan ojek, gue langsung berangkat ke GOR. Dengan hati was-was (takut telat), akhirnya gue tiba juga di Pintu Barat Stadion. Disana baru ada (kalau nggak salah ngitung) 13 orang. Dari kelas XI IPA 2, baru ada gue, Kholid, Reksy, dan Lainnya.
Waktu menunjukkan hampir pukul 07.15 ketika pak satpam/polisi/apapun itu yang menjaga pintu masuk stadion menyuruh gue dan lainnya untuk duduk di tribun. Suasana mulai aneh ketika gue masuk, gue nggak bisa ngelihat tempat acaranya karena seluruh lapangan ketutup tenda, belum lagi anak kelas 2 dari sekolah lain saling berebut tempat duduk.
Mulai menjelang siang, seluruh tribun terisi oleh semua siswa kelas 2 dari semua SMA di kota Bekasi. Momen ini gue manfaatin untuk cari-cari temen lama gue yang nyebar ke SMA lain. Gue akhirnya bisa ketemu sama temen lama gue misal:Adinda T., Mung, Erika, Nurul, Destri, Ajeng, Lia, Indah, Lutfi dan lainnya. Sebuah kejutan ketika gue lagi duduk, tiba-tiba dibelakang gue ada temen/soulmate di SMP, Hatra Wimana yang lagi berdiri. Gue yang nengok kebelakang langsung syok dan kaget ketika gue ketemu lagi ma Wima.
Siang tambah terik dan mulailah berbondong-bondong anak-anak kelas 2 pulang. Ada yang langsung pulang ke rumah, ada yang ke rumah temen, bahkan ada yang saling kumpul buat ngerencanain reunian (lagi). Gue yang berada dalam kesendirian karena ditinggal Fanny, Okta dan Teti dkk pulang, langsung bergegas ke depan. Dengan naik angkot akhirnya gue sampai juga ke rumah.
Bpk. H. Mochtar Mohammad dan Bpk. H. Ahmad Heryawan | Foto: Dok. Google dan kotabekasi.org
Waktu menunjukkan pukul 06.15 ketika gue baru selesai bersiap mau berangkat ke GOR. Karena gue sebagai ketua kelas, gue nggak boleh telat sedikitpun. Dengan kendaraan ojek, gue langsung berangkat ke GOR. Dengan hati was-was (takut telat), akhirnya gue tiba juga di Pintu Barat Stadion. Disana baru ada (kalau nggak salah ngitung) 13 orang. Dari kelas XI IPA 2, baru ada gue, Kholid, Reksy, dan Lainnya.
Waktu menunjukkan hampir pukul 07.15 ketika pak satpam/polisi/apapun itu yang menjaga pintu masuk stadion menyuruh gue dan lainnya untuk duduk di tribun. Suasana mulai aneh ketika gue masuk, gue nggak bisa ngelihat tempat acaranya karena seluruh lapangan ketutup tenda, belum lagi anak kelas 2 dari sekolah lain saling berebut tempat duduk.
Mulai menjelang siang, seluruh tribun terisi oleh semua siswa kelas 2 dari semua SMA di kota Bekasi. Momen ini gue manfaatin untuk cari-cari temen lama gue yang nyebar ke SMA lain. Gue akhirnya bisa ketemu sama temen lama gue misal:Adinda T., Mung, Erika, Nurul, Destri, Ajeng, Lia, Indah, Lutfi dan lainnya. Sebuah kejutan ketika gue lagi duduk, tiba-tiba dibelakang gue ada temen/soulmate di SMP, Hatra Wimana yang lagi berdiri. Gue yang nengok kebelakang langsung syok dan kaget ketika gue ketemu lagi ma Wima.
Siang tambah terik dan mulailah berbondong-bondong anak-anak kelas 2 pulang. Ada yang langsung pulang ke rumah, ada yang ke rumah temen, bahkan ada yang saling kumpul buat ngerencanain reunian (lagi). Gue yang berada dalam kesendirian karena ditinggal Fanny, Okta dan Teti dkk pulang, langsung bergegas ke depan. Dengan naik angkot akhirnya gue sampai juga ke rumah.
Popular Posts
Blog Archive
About
Translate
Copyright ©
Emille Ilmansyah | Powered by Blogger
Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Segala isi dan elemen dari blog ini dilindungi oleh undang-undang.




Time in Jakarta 