Setelah beberapa hari publik ramai memperbincangkan Presidential Treshold 20% yang disahkan oleh anggota parlemen dari partai "pendukung pemerintah" dan dipimpin oleh Ketua DPR Setya Novanto yang saat itu tengah tersandung kasus megakorupsi E-KTP hingga pertemuan dua tokoh besar, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, kali ini ramai diberitakan mengenai rencana Partai Perindo yang diketuai pebisnis Hary Tanoe untuk mendukung Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang.[1][2]
Hijrah Hary Tanoe dari Prabowo ke Jokowi: Pilihan Hati atau Desakan Luar
Setelah beberapa hari publik ramai memperbincangkan Presidential Treshold 20% yang disahkan oleh anggota parlemen dari partai "pendukung pemerintah" dan dipimpin oleh Ketua DPR Setya Novanto yang saat itu tengah tersandung kasus megakorupsi E-KTP hingga pertemuan dua tokoh besar, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, kali ini ramai diberitakan mengenai rencana Partai Perindo yang diketuai pebisnis Hary Tanoe untuk mendukung Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang.[1][2]
