Ada sesuatu yang menarik dari film yang memakai sudut pandang anak-anak untuk membahas masalah yang sering tidak bisa diselesaikan oleh orang dewasa. Misalnya, keinginan untuk diterima, luka karena penolakan, dan sulitnya memahami perasaan orang lain. Jumbo (2025), film animasi karya Ryan Adriandhy, mencoba merangkai masalah-masalah tadi dalam petualangan fantasi yang hangat, lucu, dan emosional. Namun, kekuatan film ini bukan hanya dari kemampuannya membuat penonton tersentuh. Nilai lebihnya justru pada usahanya menunjukkan bahwa setiap orang punya pergulatan yang tidak selalu terlihat dari luar.
Selasa, 20 Oktober 2026
Kamis, 02 Oktober 2025
Jenderal Ahmad Yani: Calon Penerus Presiden Soekarno yang Gugur di Tangan PKI
Sejarah Indonesia penuh dengan kisah perjuangan dan pengorbanan. Salah satu kisah yang selalu dikenang adalah kehidupan Jenderal Ahmad Yani, perwira TNI AD yang digadang sebagai figur penerus Presiden Soekarno — namun berakhir tragis dalam peristiwa G30S/PKI.
![]() |
| Jenderal Ahmad Yani (foto: Wikimedia Commons) |
Awal Kehidupan dan Karier Militer
Ahmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di Purworejo, Jawa Tengah. Sejak muda, ia dikenal disiplin, cerdas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karier militernya dimulai sejak masa pendudukan Jepang, ketika ia bergabung dengan pendidikan militer PETA. Setelah kemerdekaan, Yani turut aktif dalam operasi militer melawan Belanda maupun pemberontakan dalam negeri, hingga akhirnya menanjak menjadi salah satu perwira muda paling berpengaruh di TNI.
Bintang yang Bersinar di Angkatan Darat
Pada awal 1960-an, Ahmad Yani diangkat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad). Dalam posisinya ini, ia berhasil menjaga soliditas TNI AD serta melakukan pembaruan organisasi. Kedekatannya dengan Presiden Soekarno membuatnya semakin disegani, baik di dalam militer maupun lingkup politik nasional. Banyak pengamat melihat Yani sebagai sosok potensial penerus kepemimpinan bangsa.
![]() |
| Menteri Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani. (Foto: Jakarta Daily) |
Kedekatan dengan Soekarno
Ahmad Yani dikenal sebagai “anak emas” Presiden Soekarno. Ia kerap menjadi penghubung antara Soekarno dan perwira-perwira muda yang kritis terhadap kebijakan politik nasional. Soekarno bahkan dalam beberapa kesempatan menyebut Yani sebagai perwira terbaik yang dimiliki bangsa. Ada anggapan bahwa Soekarno secara pribadi menginginkan Yani sebagai penerus kepemimpinan bila kesehatan dan situasi politik menuntut pergantian.
![]() |
| Presiden Soekarno saat memperkenalkan anggota pers kepada Mayjen Ahmad Yani. (Foto: Koleksi Sejarah Indo) |
Tragedi G30S/PKI
Pada malam 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September (G30S) mendatangi kediaman Ahmad Yani di Menteng, Jakarta. Setelah sempat menolak ajakan “rapat mendadak”, Yani ditembak di rumahnya dan jasadnya dibawa ke Lubang Buaya. Keesokan harinya, jenazah Ahmad Yani bersama enam jenderal lain ditemukan dan kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.
![]() |
| Proses Pengangkatan Jenazah Pahlawan Revolusi di sumur Lubang Buaya (Foto: Okezone) |
Soekarno Menangis di Depan Makam Yani
Kedekatan Yani dengan Soekarno membuat kabar gugurnya menjadi pukulan berat. Saat pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Soekarno dikisahkan berdiri lama di depan pusara Ahmad Yani dan bahkan meneteskan air mata. Tangisan itu menjadi simbol bahwa Ahmad Yani bukan sekadar bawahan, melainkan sahabat dan calon penerus yang ia harapkan. Momen ini kemudian banyak dikenang dalam catatan sejarah maupun kisah lisan.
![]() |
| Presiden Soekarno menangis tepat di depan pusara makam Jenderal Ahmad Yani (foto: Indonesia Zaman Doeloe) |
Warisan dan Penghormatan
Nama Ahmad Yani diabadikan dalam berbagai institusi penting: Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, rumah sakit, serta jalan utama di berbagai kota Indonesia. Ia dikenang sebagai sosok muda yang berani, berintegritas, dan rela berkorban demi NKRI.
![]() |
| Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani di Semarang |
Penutup
Kisah Jenderal Ahmad Yani menjadi pengingat bahwa sejarah bangsa ini penuh dengan pengorbanan. Hubungan dekatnya dengan Soekarno, hingga tangisan Sang Proklamator di depan pusaranya, menunjukkan betapa besar arti Yani bagi perjalanan bangsa. Ia bukan hanya seorang jenderal, tetapi juga simbol generasi emas yang rela gugur demi persatuan dan kedaulatan Indonesia.
Referensi
- Detikcom. (2024, Mei 31). Profil Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi Korban G30S Kelahiran Purworejo. Detik. https://www.detik.com/jateng/berita/d-7560939/profil-jenderal-ahmad-yani-pahlawan-revolusi-korban-g30s-kelahiran-purworejo
- Good News From Indonesia. (2024, September 10). Jenderal Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi Anak Emas Soekarno. GNFI. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/09/10/biografi-jenderal-ahmad-yani-pahlawan-revolusi-anak-emas-soekarno
- Harian Indonesia. (2023, Oktober 1). Momen Soekarno Menangis di Depan Makam Ahmad Yani yang Terbunuh pada Peristiwa G30S PKI. Harian Indonesia. https://www.harianindonesia.id/sejarah/momen-soekarno-menangis-di-depan-makam-jenderal-ahmad-yani-yang-terbunuh-pada-peristiwa-g30s-pki.html
- iNews.id. (2023, Oktober 1). Biografi Jenderal Ahmad Yani, Perjalanan Pahlawan Revolusi Nasional. iNews. https://www.inews.id/news/nasional/biografi-jenderal-ahmad-yani-perjalanan-pahlawan-revolusi-nasional
- Okezone News. (2023, Oktober 23). Alasan Terbesar Soekarno Menangis di Depan Makam Jenderal Ahmad Yani, Korban G30S PKI. Okezone. https://news.okezone.com/read/2023/10/23/337/2906549/alasan-terbesar-soekarno-menangis-di-depan-makam-jenderal-ahmad-yani-korban-g30s-pki
- Tirto.id. (2023, September 29). Biografi Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi Korban G30S & Panglima AD. Tirto. https://tirto.id/biografi-ahmad-yani-pahlawan-revolusi-korban-g30s-panglima-ad-gvMM
- The Columnist. (2022, Juni 9). Kisah Perjuangan Jenderal Ahmad Yani. The Columnist. https://thecolumnist.id/artikel/kisah-perjuangan-jenderal-ahmad-yani-2563
- Wikipedia contributors. (2024, September 28). Ahmad Yani. In Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Yani
- Indonesia Zaman Doeloe. (2015, Juli 7). Soekarno Menangis di Depan Makam Ahmad Yani. Blogspot. https://indonesia-zaman-doeloe.blogspot.com/2015/07/soekarno-menangis-di-depan-makam.html
Rabu, 01 Oktober 2025
Misteri Supersemar: Surat yang Mengubah Arah Sejarah Indonesia
Ada satu dokumen yang hingga kini masih menjadi misteri terbesar dalam sejarah Indonesia: Supersemar, atau Surat Perintah Sebelas Maret 1966. Dokumen ini bukan sekadar selembar surat — ia menjadi penanda peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Jenderal Soeharto. Apakah surat ini benar-benar sebuah mandat terbatas, atau jalan pintas yang membuka pintu bagi lahirnya Orde Baru?
Jumat, 26 September 2025
Makan Bergizi Gratis (MBG): Antara Harapan dan Tantangan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah merupakan salah satu upaya besar untuk meningkatkan gizi siswa sekolah di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menyediakan makanan sehat, tetapi juga untuk memastikan anak-anak dapat belajar dengan lebih baik karena kebutuhan gizi hariannya terpenuhi.
Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi sejumlah tantangan serius, terutama terkait kasus keracunan makanan yang tercatat di beberapa daerah. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut gambaran situasinya:
Data Kasus Keracunan MBG
- CISDI mencatat 110 kasus keracunan di 12 kabupaten/kota hingga 19 September 2025.¹
- JPPI menemukan 81 kasus keracunan di 10 daerah berbeda.²
- BGN (Badan Gizi Nasional) melaporkan hingga 22 September 2025 terdapat 170 kasus keracunan akibat konsumsi makanan MBG.³
Suara dari Lapangan
“Kami senang ada makanan gratis, tapi kadang rasanya kurang segar. Waktu itu beberapa teman saya sakit perut setelah makan.” — Dinda, siswi SMP di Jawa Tengah⁴
“Program ini bagus, tapi kualitas distribusi harus ditingkatkan. Jangan sampai makanan datang terlambat atau tidak higienis.” — Pak Rudi, guru SD di Sulawesi⁵
“Sebagai orang tua, kami merasa terbantu karena anak-anak bisa dapat gizi tambahan. Tapi kami tetap khawatir soal keamanannya.” — Ibu Sari, wali murid di Jakarta⁶
Manfaat yang Terlihat
- Akses Gizi Lebih Merata → Anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mendapatkan makanan bergizi setiap hari.
- Peningkatan Semangat Belajar → Guru melaporkan siswa lebih fokus saat belajar setelah sarapan sehat di sekolah.
- Penguatan Solidaritas → Program ini menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
Tantangan yang Perlu Diatasi
- Standar Higienitas → Pemerintah harus memastikan rantai distribusi makanan sesuai standar kesehatan.
- Pengawasan Ketat → Diperlukan mekanisme pelaporan cepat setiap kali ada dugaan keracunan.
- Keterlibatan Daerah → Pemerintah daerah dan sekolah perlu lebih aktif mengawasi kualitas penyedia makanan.
Penutup
Program MBG adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih sehat bagi generasi muda Indonesia. Meski masih ada masalah, evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan akan membuat program ini lebih efektif. Dengan memastikan keamanan dan kualitas makanan, MBG dapat benar-benar menjadi investasi gizi dan pendidikan jangka panjang.
Referensi
- Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI). Data Kasus Keracunan Program MBG. 19 September 2025.
- Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Temuan Kasus Keracunan Program MBG. 21 September 2025.
- Badan Gizi Nasional (BGN). Laporan Jumlah Kasus Keracunan Program MBG. 22 September 2025.
- Wawancara lapangan dengan Dinda (siswi SMP), Jawa Tengah, didokumentasikan oleh Tim Pemantau Program MBG, 15 September 2025.
- Diskusi kelompok guru dengan Pak Rudi (guru SD), Sulawesi, difasilitasi oleh JPPI, 12 September 2025.
- Testimoni Ibu Sari (wali murid SD), Jakarta, dihimpun oleh Relawan Pendidikan Kota Jakarta, 14 September 2025.
Kamis, 24 Juli 2025
Analisis Pemenuhan Unsur Mens Rea dalam Kasus Tom Lembong
Putusan pengadilan terhadap Tom Lembong baru-baru ini menuai sorotan luas dari publik, akademisi, hingga praktisi hukum. Kasus yang menjerat mantan pejabat tinggi ini tidak hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai penerapan asas-asas fundamental dalam hukum pidana, khususnya terkait unsur mens rea—yakni niat atau kesengajaan dalam melakukan tindak pidana.
Tulisan ini bertujuan untuk membedah secara kritis apakah unsur mens rea benar-benar terpenuhi dalam konstruksi dakwaan terhadap Tom Lembong. Dengan mengacu pada norma hukum yang berlaku, pendapat pakar, dan perbandingan yurisprudensi, kita akan melihat apakah vonis tersebut telah selaras dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum.
Minggu, 29 Oktober 2023
Bloke Core Jersey: Tren Fesyen Sepak Bola yang Mendunia
Fesyen adalah cerminan dari kebudayaan dan perkembangan zaman. Selalu ada tren-tren yang muncul dan perlahan memengaruhi cara kita berpakaian. Salah satu tren yang mencuri perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah Bloke core jersey, yang menggabungkan cinta akan sepak bola dengan estetika kasual dan santai. Artikel ini akan membahas tren ini, mengapa jersey sepak bola menjadi pusat perhatian, dan bagaimana tren ini memengaruhi budaya mode saat ini.
Rabu, 25 Oktober 2023
Fetish : Definisi, Penyebab dan Ciri-Cirinya
Fetish adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada ketertarikan seksual yang kuat terhadap objek, materi, atau bagian tubuh tertentu. Ini mungkin berbeda dari preferensi seksual biasa dan dapat mencakup benda-benda seperti sepatu, pakaian dalam, kaki, atau berbagai jenis materi tertentu. Orang yang memiliki fetish seringkali merasakan gairah atau kepuasan seksual yang lebih besar ketika mereka terlibat dengan objek atau materi tertentu ini.
Senin, 10 Januari 2022
5 Kesalahpahaman Tentang Kalimantan
Minggu, 09 Januari 2022
Hobi-Hobi Gue
1. Ngemil
2. Koleksi Kartu Yu-Gi-Oh
3. Koleksi Jersey (Baju Bola)
Senin, 17 Desember 2018
Pengalaman Volunteer Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 (Part III)
Kembali lagi bersama gue yang nampaknya mulai mager buat nulis blog, tapi buat pembaca blog yang budiman sekalian, apa sih yang nggak buat kalian... Gue akan menceritakan perjalanan hari kedua event Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Setelah di dua postingan sebelumnya, gue menceritakan masa-masa awal bertugas, sekarang mulai memasuki bagian yang cukup seru (nampaknya). Here we go...
Minggu, 16 Desember 2018
Pengalaman Volunteer Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 (Part II)
Setelah pada postingan sebelumnya, gue menceritakan perjalanan awal gue menjadi volunteer Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, dimulai dari registrasi, 2 hari pelatihan di Galeri Nasional Indonesia hingga check-in pertama di Aryaduta Suite Semanggi, akomodasi bagi volunteer KKI 2018, kali ini gue akan menceritakan pengalaman saat bertugas di KKI 2018 sebagai bagian dari Divisi Area.
Jumat, 14 Desember 2018
Pengalaman Volunteer Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 (Part I)
Kamis, 20 September 2018
My Journey: Volunteer Asian Games 2018 (Part 2)
Setelah di Part 1 gue menceritakan pengalaman gue saat awal-awal terpilih menjadi volunteer, sampai dengan 2 kali training (NOR dan GT), sekarang gue akan menceritakan perjalanan gue selanjutnya. Setelah gue mengikuti GT di Universitas Muhammadiyah Jakarta, gue pun menunggu surat cinta berikutnya dari INASGOC. Dua bulan lamanya gue menunggu, sampai gue pun harus bolak-balik mencari informasi sendiri di media sosial. Saat itu, di IG official Asian Games tengah rame kabar adanya beberapa departemen yang sudah memulai Job Spesific Training (JST), training ke-3 yang harus dan wajib gue ikuti. Mendapat kabar itu, gue pun langsung kalang kabut. Gue khawatir kalo telat dapet info dan akhirnya gue kelewatan JST, otomatis gue pun melalaikan 1 training yang artinya gue bakal sulit untuk melanjutkan kerja gue sebagai volunteer.
Rabu, 12 September 2018
My Journey: Volunteer Asian Games 2018 (Part 1)
Rabu, 22 Agustus 2018
Penghargaan Televisi Indonesia: Menghargai Karya Berkualitas
Hari ini (22/8) salah satu stasiun TV di Indonesia meluncurkan satu ajang penghargaan bagi insan pertelevisian Indonesia yakni Indonesian Television Awards. Ajang penghargaan ini disebutkan sebagai ajang penghargaan terbesar dan diberikan bagi program, insan pertelevisian serta penyanyi terpopuler berdasarkan pilihan pemirsa TV. Uniknya, TV yang meluncurkan ajang ini di waktu yang hampir berdekatan juga akan menjadi tv penyiar bagi satu ajang penghargaan yang sudah dikenal sejak lama dalam urusan pertelevisian yaitu Panasonic Gobel Awards.
![]() |
| Panasonic Gobel Awards |
SEGMEN WAKTU TAYANG
| Cuplikan Program Apa Kabar Indonesia Pagi (TVOne) |
![]() |
| Cuplikan Program Mata Najwa (Trans7) |
MELIRIK PROGRAM BERKUALITAS
![]() |
| Cuplikan Program MTV Ampuh, menampilkan VJ Daniel Mananta dan Dewi Sandra |
BAGAIMANA PENILAIAN PENGHARGAAN SEHARUSNYA?
Menurut penulis, sudah semestinya penilaian penghargaan yang melibatkan program TV turut pula menyertakan KPI didalamnya. Setidaknya KPI dapat memberi saran terkait program yang dinominasikan apakah layak atau tidak. Memang menjadi satu dilema, di satu sisi ada program yang disukai banyak masyarakat namun faktanya ia sering mendapat teguran KPI. Namun karena sistem penentuan nominee adalah berdasarkan survey pemirsa maka tak salah pula bila muncul program-program favorit walau rendah kualitas.
Rabu, 11 April 2018
ILC Rocky Gerung: Fiksi dan Aktivasi Imajinasi dalam Interpretasi Dalil Kitab Suci
Kemarin malam, penulis menyaksikan satu diskusi (mungkin lebih tepatnya debat kusir) dalam program Indonesian Lawyers Club (ILC) bertajuk Jokowi-Prabowo Berbalas Pantun. Penulis sebagai penonton setia program ini, yang menurut penulis adalah satu-satunya forum diskusi berbobot yang penulis akui memberi banyak pengetahuan akan berbagai hal, termasuk politik, ekonomi, sosial dan hukum (penulis hanya seorang Sarjana Kimia)
Minggu, 11 Maret 2018
Puteri Indonesia 2018: Makin Downgrade dan Penuh Kontroversi
Gelaran Puteri Indonesia 2018 telah selesai dilakukan, dengan Sonia Fergina dari Bangka Belitung terpilih sebagai Puteri Indonesia dan berhak mewakili Indonesia di kontes ratu sejagad, Miss Universe 2018. Namun, sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini Puteri Indonesia diwarnai dengan sejumlah kontroversi yang menyertainya. Penulis yang tidak mau menyebut diri sebagai Maniac Pageant, hanya sebagai pengamat saja, menyaksikan acara ini sejak awal hingga akhir. Benar saja, semakin malam acara yang seharusnya berlangsung teratur malah menjadi awut-awutan. Penulis mencatat sejumlah kontroversi yang akan dijabarkan berikut.
Selasa, 26 Desember 2017
Pengalaman Seleksi BDP MNC 2017 - Part 2
Beberapa hari setelah gue menjalani seleksi psikotes BDP MNC di Gedung GTV - MNC Studios Kebon Jeruk Jakarta Barat, gue mendapatkan notifikasi dari JobsMNC bahwa gue lolos ke tahap selanjutnya yaitu FGD dan Wawancara Akhir. Gue pun diminta melihat webnya untuk mengetahui jadwal dan waktu tes. Kemudian, selang 2 hari kemudian gue pun mendapat kembali notifikasi, kali ini berupa SMS dari yang diduga panitia rekrutmen MNC yang menginfokan konfirmasi ulang undangan yang diterima. Gue pun akhirnya mengirimkan konfirmasi ke email JobsMNC yang sebelumnya mengirimkan undangan.
Hari yang ditunggu pun tiba, gue pun kembali bertandang ke Gedung MNC Studios, hanya bedanya kalau sebelumnya jadwal tes gue siang agak sore, kali ini agak pagian, jam 10.00 yang praktis membuat gue agak terburu-buru saat on the way kesana. Saat perjalanan (ketika itu gue memakai GRAB), hujan rintik pun turun. Sempat khawatir bakal deras dan membasahi pakaian gue (which is not good especially when you're going to interview soon), tapi Alhamdulillah hujannya hanya sekedar rintik ringan dan abang GRABnya pun memacu motornya dengan kencang sampai di tujuan.
Sesampainya disana, terlihat cukup banyak peserta BDP yang juga baru datang dengan keadaan basah. Kita pun langsung melapor ke security dan diberikan tanda pengenal. Kemudian gue pun bergegas masuk ke dalam gedung. Dalam perjalanan, gue pun berpapasan dengan salah satu peserta BDP, namanya Nu'man Ghossany (from Telkom University), dan gue pun barengan menuju ke lokasi kumpul di Lantai 8 Tower 3 MNC.
![]() |
| Meeting Room MNC Studios |
Sesampainya di Meeting Room MNC Studios, tempat kumpul peserta BDP, gue dan Nu'man dihampiri oleh security ruangan dan ditanyai Grup berapa kita. Gue yang gak tahu saat itu grup berapa sempat panik dan mengeluarkan hape, membuka email dari JobsMNC yang gue terima. Setelah bolak-balik mencari tau grup berapa gue di email tadi, gue pun cuma pasrah plus bingung karena gue gak tahu ada di grup mana. Security pun lantas menyuruh gue untuk duduk dan menunggu di ruangan tadi. Gue pun melihat sekitar, masing-masing peserta duduk di masing-masing grupnya, saling kenalan dan ramah tamah, which is good for FGD, karena mereka sudah kenal duluan. Lah gue, hanya terduduk di tengah ruangan tanpa ada temen satu grup.
Tak lama, gue pun ditemani oleh sejumlah orang yang juga senasib dengan gue, gak tau dia di grup berapa. Ada juga yang dia numpang duduk karena tempat kumpul grupnya penuh gak ada kursi kosong. Gue pun penasaran dan mencari tahu kenapa gue gak tau grup berapa. Usut punya usut ternyata ada satu email lagi yang harusnya kita terima setelah notif pertama dari JobsMNC. Email itu langsung dikirim dari bagian rekrutmen MNC Media dimana disitu selain menginfokan jadwal tes, juga menginfokan berkas yang mesti dibawa saat tes ini. Alhamdulillah, gue membawa berkas tersebut meski gue gak diinfokan (maklum jobseeker). Di email itu juga meminta peserta untuk mengkonfirmasi kehadiran dengan membalas email itu. Disinilah gue baru sadar kalo ternyata SMS itu ditujukan untuk membalas email ini, bukan email dari JobsMNC *tepok jidat*.
Akhirnya gue pun hanya bisa terduduk bermain hape dan ngobrol dengan sesama peserta disamping gue. Kemudian, entah ilham datang darimana, gue pun sempat terpikir untuk mengecek email sekali lagi, kali ini setelah mengecek inbox, gue pun penasaran untuk mengecek spam. Dan, ternyata eh ternyata, email kedua dari MNC pun ternyata ada di sana. Gue pun bergegas membukanya, dan voila, gue ada di grup 11. Gue pun langsung bertanya ke security tadi dan dia pun menunjuk ke sebuah tempat di pojokan yang penuh oleh kerumunan wanita, yang menurut dia itu tempat grup 11. Karena melihat penuhnya tempat itu, gue pun tidak beranjak dan tetap duduk di tempat gue.
Detik demi detik menunggu, setelah melihat orang-orang MNC mondar-mandir seperti hendak menyiapkan sesuatu untuk tes ini, akhirnya pemanggilan pun dimulai. Enam orang diurut berdasar absen dipanggil untuk kemudian bersama-sama masuk dalam ruangan, terus begitu. Gue yang sadar di grup 11 hanya bisa tertunduk lesu, sadar berada di grup akhir, which is i must wait for so long... Saat menunggu giliran, gue pun dipanggil oleh Nu'man untuk duduk bareng di tempat kumpul grup dia. Gue pun bergegas kesana dan berkenalan dengan mereka yang duduk bareng semeja disana. Si Nu'man pun memberi tahu kalo sebenernya gue satu grup dengan dia. Gue pun mengecek email dan bener kalo salah satu penerima email itu ada nama si Nu'man. Gue pun kemudian ngobrol bareng dan saling tuker-tukeran kontak.
Tak berapa lama, akhirnya gue pun dipanggil masuk ke dalam ruangan. Di dalam ruangan ini, sudah duduk berjejer 6 orang dari MNC. Di ruangan ini, kita pun ditanya masing-masing seputar motivasi kenapa memilih Production (posisi yang gue pilih sebelumnya), lalu ditanya mengenai program-program di MNC yang sering ditonton, beda tiga stasiun tv MNC sampai proses kreatif seperti apa. Jujur, ketika gue menghadapi sesi ini gue merasa tidak gugup dan lebih tenang karena pertama kita barengan dan suasana yang dihadirkan pewawancara pun santai dan relaks.
Setelah wawancara ini, gue pun kembali ke meja kumpul dan berbagi cerita dengan temen semeja yang belum masuk. Setelah semua dipanggil masuk, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 13.00. Kita pun diberi waktu istirahat, sholat dan makan siang, diminta untuk kumpul kembali jam 14.00 yang katanya akan ada pengumuman tahap selanjutnya yaitu FGD. Gue bersama Nu'man dan temen-temen semeja gue pun langsung bergegas ke musholla untuk Sholat Dzuhur dan makan siang di kantin GTV.
Kita pun kembali ke meeting room jam 14.00 dan dibuat menunggu lama plus deg-degan karena menunggu pengumuman. Beberapa temen gue juga sampai jengkel dibuat menunggu lama ini. Akhirnya kita pun kembali dipanggil, kali ini 10 orang untuk masuk ke dalam ruangan berproyektor. Disini, gue dan 9 orang lainnya diminta pendapatnya atas tayangan program yang ditampilkan dan menyampaikan ide kreatif atas program tersebut. Setelah selesai, karena tidak ada pemberitahuan apa-apa untuk pulang, gue pun kembali ke meja kumpul dan menunggu di sana.
Selang beberapa menit kemudian, seorang panitia cewek dari MNC kembali memanggil peserta, kali ini 6 orang untuk masuk ke ruangan yang berbeda pula. Di ruangan ini, gue dan 5 orang lainnya berhadapan dengan 2 orang dari GTV, sebagai user dari Produksi yang akan mewawancarai kita. Kita pun kembali ditanyai motivasi kita bergabung di produksi, kemudian ditanyai program GTV yang sering ditonton, inovasi untuk program GTV, kegiatan di waktu luang, sampai posisi yang kita inginkan di produksi (Creative or Production Assistant) dan alasannya.
Akhirnya gue pun menyelesaikan seluruh tahapan dan diminta untuk menunggu kabar dari MNC via telepon atau email untuk bagian terakhir dari seleksi ini, which is as they said before, Medical Check-up dan Contract Signing.
Well, itu sekelumit cerita pengalaman gue untuk tahapan FGD dan Wawancara Akhir. Mau tau kelanjutan tahapan berikutnya? Tunggu episode selanjutnya, oke.. See you on the next episode..
Jumat, 22 Desember 2017
Pengalaman Seleksi BDP MNC 2017 - Part 1
Hai guys, kali ini gue mau share pengalaman gue tentang tes rekrutmen di salah satu grup media terbesar di republik ini, Guess What? Yes, MNC Group. Setiap tahun MNC Group melalui anak usahanya MNC Media yang membawahi 4 stasiun TV swasta nasional (RCTI, MNCTV, GTV, INews) membuka seleksi program pengembangan yang dikenal sebagai BDP (Broadcast Development Program).
Selasa, 05 Desember 2017
Reuni Alumni 212: Silaturahmi, Politis dan Intoleransi
Popular Posts
Blog Archive
About
Translate
Copyright ©
Emille Ilmansyah | Powered by Blogger
Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Segala isi dan elemen dari blog ini dilindungi oleh undang-undang.





































