Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Juni 2013
Mungkin kejadian hujan hari Sabtu lalu (8 Juni 2013) bisa jadi hari paling menakutkan yg pernah gue alami.. gimana nggak, hari itu gue baru tiba di rumah gue di Bekasi setelah berangkat dari Jatinangor, sekitar pukul 10-an gue tiba di rumah dan cuaca masih nampak normal, tak ada keanehan apapun.
Rabu, 06 Oktober 2010
SMAN 13 Bekasi - Habis Hujan Datanglah Banjir
Saya dan teman-teman saya yang bersekolah di SMAN 13 bekasi sangat mengetahui bahwa bukan menjadi rahasia umum lagi kalau sekolah kami yang terletak di Jl. Pariwisata Raya, Bumi Bekasi Baru Utara ini terendam banjir bila hujan datang. Tak hanya hujan berskala besar namun hujan layaknya gerimis pun bisa menyulap kawasan SMAN 13 Bekasi menjadi lautan air.
Hal ini memang dilatarbelakangi oleh lokasi SMAN 13 Bekasi yang berada di kawasan dataran "sangat" rendah. Selain itu SMA yang berdiri di lahan bekas rawa ini mungkin juga faktor pendukung mengapa banjir sering datang kala hujan turun. Siswa yang belajar disana akan terganggu ketika hujan datang dan ketika mereka akan pulang, jalan keluar masuk sekolah sudah ditutupi oleh air yang tingginya berada di kisaran 20 hingga 35 centimeter.
Berbagai usul pun datang mulai dari usulan agar jalan depan sekolah di tinggikan atau rawa yang berada di sekolah dikeringkan dan ditutup dengan tanah namun hal ini bukanlah perkara mudah. Biaya besar mesti dikeluarkan demi pelaksanaan usul-usul tadi. Dalam sebuah kesempatan, saya mencoba mewawancarai salah seorang guru saya terkait dengan banjir yang setiap kali hujan sering melanda SMA kami. Berikut addalah petikan wawancaranya:
Q: Sebagai seorang yang katakanlah guru senior, apa yang anda rasakan saat banjir melanda SMA 13 ini?
A: Ya tentu saja saya sangat tidak senang ya apabila ada banjir. Bisa menghambat kegiatan belajar-mengajar juga.
Q: Seberapa besar dampak banjir bagi anda?
A: seperti yang saya bilang tadi, kalau ada banjir bisa menghambat KBM, saya bisa datang telat karena jalan banjir. Imbasnya kan ke anak murid juga. Waktu jadi berkurang bahkan bisa habis hanya karena saya terhambat banjir.
Q: Sudahkah ada upaya yang anda lakukan untuk mengatasi banjir ini?
A:saya sudah pernah mengajukan suatu usul kepada bapak kepala sekolah untuk meninggikan jalan dan menutup rawa dengan tanah. Cuma kata beliau butuh dana besar.
Untuk mencegah banjir, sekolah memang telah melakukan berbagai upaya diantaranya dengan penanaman sejumlah pohon yang diharapkan mampu mengyerap air banjir. Selain itu pelebaran dan pembersihan parit sekolah juga menjadi alternatif pencegahan banjir.
Kita doakan saja semoga banjir di tahun-tahun mendatang bisa tidak terjadi lagi di SMA Negeri 13 Bekasi tercinta, Amiinn..
Hal ini memang dilatarbelakangi oleh lokasi SMAN 13 Bekasi yang berada di kawasan dataran "sangat" rendah. Selain itu SMA yang berdiri di lahan bekas rawa ini mungkin juga faktor pendukung mengapa banjir sering datang kala hujan turun. Siswa yang belajar disana akan terganggu ketika hujan datang dan ketika mereka akan pulang, jalan keluar masuk sekolah sudah ditutupi oleh air yang tingginya berada di kisaran 20 hingga 35 centimeter.
Berbagai usul pun datang mulai dari usulan agar jalan depan sekolah di tinggikan atau rawa yang berada di sekolah dikeringkan dan ditutup dengan tanah namun hal ini bukanlah perkara mudah. Biaya besar mesti dikeluarkan demi pelaksanaan usul-usul tadi. Dalam sebuah kesempatan, saya mencoba mewawancarai salah seorang guru saya terkait dengan banjir yang setiap kali hujan sering melanda SMA kami. Berikut addalah petikan wawancaranya:
Q: Sebagai seorang yang katakanlah guru senior, apa yang anda rasakan saat banjir melanda SMA 13 ini?
A: Ya tentu saja saya sangat tidak senang ya apabila ada banjir. Bisa menghambat kegiatan belajar-mengajar juga.
Q: Seberapa besar dampak banjir bagi anda?
A: seperti yang saya bilang tadi, kalau ada banjir bisa menghambat KBM, saya bisa datang telat karena jalan banjir. Imbasnya kan ke anak murid juga. Waktu jadi berkurang bahkan bisa habis hanya karena saya terhambat banjir.
Q: Sudahkah ada upaya yang anda lakukan untuk mengatasi banjir ini?
A:saya sudah pernah mengajukan suatu usul kepada bapak kepala sekolah untuk meninggikan jalan dan menutup rawa dengan tanah. Cuma kata beliau butuh dana besar.
Untuk mencegah banjir, sekolah memang telah melakukan berbagai upaya diantaranya dengan penanaman sejumlah pohon yang diharapkan mampu mengyerap air banjir. Selain itu pelebaran dan pembersihan parit sekolah juga menjadi alternatif pencegahan banjir.
Kita doakan saja semoga banjir di tahun-tahun mendatang bisa tidak terjadi lagi di SMA Negeri 13 Bekasi tercinta, Amiinn..
Popular Posts
Blog Archive
About
Translate
Copyright ©
Emille Ilmansyah | Powered by Blogger
Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Segala isi dan elemen dari blog ini dilindungi oleh undang-undang.
