Senin, 19 Agustus 2013

Pro Kontra Miss World 2013 Indonesia

Miss World, sebuah ajang kecantikan terbesar dan tertua di dunia akan menyelenggarakan kontesnya yang ke-64 di Indonesia untuk pertama kalinya pada 3-28 September 2013 mendatang. Tiga provinsi akan menjadi saksi perhelatan akbar ini yakni Bali (Opening ceremony dan fast track events), DKI Jakarta (karantina) dan Jawa Barat (Live events dan Closing ceremony-penobatan).


Indonesia sebagai negara besar dengan berbagai keindahan alam dan budaya tentu merasa tertarik dengan penyelenggaraan event ini, namun pro kontra silih berganti hadir mengiringi perjalanan kontes ini menuju hari penyelenggaraanya. 

KONTROVERSI, HALANGAN DAN SINDIRAN?

Kontroversi hadir ketika sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan yang menentang penyelenggaraan Miss World sebagai ajang eksploitasi wanita melalui pergelaran bikini. Hal ini pun diselesaikan melalui kesepakatan penyelenggara yang menyetujui untuk tidak mengenakan bikini dan diganti dengan sarung bali yang jauh lebih tertutup.


Kontroversi pun kembali hadir atas keputusan penggunaan sarung bali yang dianggap mengurangi nilai kontes di mata dunia. Taipan Amerika Serikat yang juga co-owner Miss Universe, Donald Trump melalui sebuah wawancara di jaringan televisi FOX, menilai keputusan ini sebagai sesuatu yang "membanggakan" bagi dirinya (sambil menyindir) dan menilai akan dapat menurunkan rating kontes tersebut (dan berdampak baik bagi kontesnya-Miss Universe). Ia pun lebih memilih untuk memindahkan kontes ke tempat lain yang "lebih terbuka" jika ia jadi penyelenggaranya, dengan menyebut 18 negara telah mengajukan diri sebagai lokasi Miss Universe. (Sumber: http://www.globalbeauties.com/blog/2013/06/donald-trump-talks-about-miss-world-bikini-decision/)

Namun pernyataan Donald Trump pun seolah dibantahkan dengan kontestan yang terus berdatangan dan menyatakan ikut berpartisipasi. Sampai artikel ini dibuat, sudah 137 negara yang mengkonfirmasikan ikut di kontes Miss World 2013-Indonesia, dengan sejumlah negara yang memulai debutnya seperti Kamerun, Kosovo, Guinea, Guinea-Bissau dan Uzbekistan. Serta negara yang menyatakan kembali ke kontes setelah vakum seperti Samoa, Kep. Virgin Britania Raya, Tunisia, Dominika, Cina Taipei dan lainnya. Hal ini pun menandakan sikap positif yang ditunjukan dunia bahwa penggunaan Sarung Bali justru memberi nilai plus dimata mereka.

KEUNTUNGAN LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG KONTES INI?

Lalu apa keuntungan yang bisa didapat dari Kontes ini di ajang ini? Seperti disebut diatas bahwa 137 negara akan ikut berpartisipasi di ajang ini, tentunya hal ini bisa menjadi suatu perkenalan bahwa Indonesia memiliki keragaman yang unik dari segi budaya, bahasa, keunikan alam hayati dan sosial masyarakat. Selain itu kontes Miss World 2013-Indonesia juga akan mendapat sorotan media Internasional. Tak kurang dari 140 negara akan menyiarkan kontes ini di layar televisi mereka dan diperkirakan 3 miliar masyarakat dunia menyaksikan kontes secara langsung melalui televisi. 

Belum lagi sejumlah media, license holder tiap partisipan dan pendukung partisipan tiap negara yang hadir untuk menyaksikan langsung di Indonesia, memberi dampak positif bagi berbagai sektor seperti ekonomi, bisnis hotel/penginapan, travel agent, kuliner, wisata, fashion, serta industri kreatif (UKM) seperti cinderamata/souvenir khas Indonesia. Hal ini tentunya akan memberikan nafas baru bagi pertumbuhan positif bangsa ini.

Selain itu, penyelenggaraan tahun ini begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pembiayaan acara yang tahun ini sepenuhnya dibiayai oleh pihak swasta dalam hal ini MNC Grup-RCTI. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya dimana pemerintah setempatlah yang membiayai penyelenggaraan kontes ini. (Sumber: http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/kabar/70999-penyelenggaraan-miss-world-2013-di-indonesia-telan-biaya-rp-120-milyar.html)

Merupakan sebuah hal yang patut disadari bahwa pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan biaya apapun untuk penyelenggaraan kontes ini, yang mungkin bisa mencapai milyaran rupiah, karena sepenuhnya dibiayai swasta. Namun income effect (pemasukan) atas kontes ini yang bisa masuk ke kantong pemerintah Indonesia bisa jadi sebanding dengan nilai tersebut, WOW..

WAKIL INDONESIA DI MISS WORLD: TAK PANDANG FISIK TAPI HATI


Sudah 9 kali Indonesia mewakilkan diri di ajang Miss World sejak pertama kali tahun 1982 oleh Andi Botenri (Sulawesi), lalu 1983, dan 2005 hingga sekarang. Pada awalnya sejumlah wakil Indonesia pun datang ke ajang Miss World tanpa persiapan apapun, bahkan tanpa adanya pemilihan yang ketat layaknya saat ini melalui Miss Indonesia. Namun, sejumlah wakil Indonesia mengakui bahwa kontes Miss World memberi dampak postif karena tidak sekedar mementngkan fisik namun juga hati melalui program Beauty With a Purpose, yang memberi perhatian pada sisi sosial kemanusiaan kontestan.

Hal ini sempat di utarakan wakil Indonesia di Miss World 1983 yang juga diva Indonesia Titi Dwi Jayati (Titi DJ) saat ikut ajang ini di London, Inggris. Ia yang sempat dikejar media karena keikutsertaannya yang sempat membuat marah Ibu Negara saat itu, Ibu Tien Suharto pun mengutarakan bahwa kontes Miss World merupakan kontes yang positif dan tidak seperti apa yang diutarakan media bahwa kontes tersebut hanya sekedar "pamer aurat". (Sumber: http://permaz.comoj.com/?Romantika_Hidup_%26_Cinta_Titi_Dj_Aku)


Ini pun dibuktikan pula dengan keberhasilan Indonesia meraih 15 besar Miss World tahun 2011 dan 2012 berkat kemenangan wakil Indonesia di Beauty with a Purpose. Hal ini berkat dedikasi Miss Indonesia dalam sejumlah kegiatan sosial yang terbukti akan menyita perhatian juri dan mempengarui penilaian juri. Selain itu terkenalnya wakil Indonesia yang tidak mau memakai bikini dan unggul dalam kebolehan bakat lainnya seperti menyanyi menjadi nilai tambah dan menunjukkan kepada juri dan dunia bahwa wakil Indonesia tidak hanya bermodal tampilan fisik, namun memiliki kehebatan bakat dan kepekaan sosial.

BAGAIMANA SELANJUTNYA?

Melalui pemaparan pro kontra diatas tentunya memberi sedikit gambaran mengenai ajang Miss World ini. Adanya rencana menggugat kontes bahkan rencana untuk menggagalkan kontes Miss World di Indonesia ini oleh segelintir orang/ormas sudah tentu berdampak pada "menggagalkan" berbagai keuntungan strategis yang akan didapat bangsa ini. terlebih pemerintah yang tak keluar dana besar bagi acara ini namun mendapat pemasukan yang sangat besar dari efek kontes ini, maka sudah tidak ada alasan bagi mereka yang ingin menghalangi masuknya keuntungan bagi masyarakat Indonesia dengan hadirnya kontes Miss World 2013 di Indonesia. 

Kita harus bersikap bijak sebagai masyarakat Indonesia yang dikenal ramah tamah, murah senyum dan kaya akan budaya, terlebih sebagai umat beragama yang tidak mengajarkan kekerasan yang mengintimidasi. Maka dari itu, mari kita siapkan senyum terbaik kita sebagai masyarakat Indonesia dalam menyambut para duta dari 137 Negara yang hadir di Indonesia dalam kemeriahan kontes ini.

0 comments:

Blogger Template by Clairvo